Makrab GE 2012: Sustainable Ecotourism [Part 1]

Good day everyone!
Tanggal 13-14 Oktober kemarin, kami baru aja mengadakan Makrab, alias Malam Keakraban. Acara ini memang rutin kami adakan sebagai sarana untuk, as the title says, mengakrabkan para anggota GamaEARTH, khususnya anggota GE 'bangkot' dan GE 'baru'.

Mau tau kami ngapain aja? Simak, ya!

Makrab paling nggak biasa ini dimulai dari keberangkatan kami pada hari Sabtu (13/10) dari kampus kami tercinta, Fakultas Teknik UGM. Lho kok nggak biasa? Soalnya biasanya Makrab GE itu ke tempat-tempat di dataran tinggi, seperti Samigaluh. Nah Makrab GE kali ini kami adakan di dataran yang agak rendah, lebih tepatnya pantai, lebih tepatnya lagi Pantai Kukup. Kenapa kok di pantai Kukup? Ah nanya melulu, disimak aja~

Anyway, kami berangkat dari FT UGM menggunakan bis sewaan. Berhubung bujet yang terbatas anak GE semuanya menentang pemakaian CFC berlebihan, jadilah bis yang kami sewa nggak pakai AC.

Penampakan bisnya. Nggak kalah kok sama bis ber-AC. Ada dangdut koplonya segala.

Perjalanan dari FT UGM ke Wonosari memakan waktu kurang lebih dua jam, dan syukurlah kami sampai di tempat tujuan dengan selamat dan banjir keringat.  After taking a little rest, berhubung kami ini norak-norak, kami langsung menuju pantai dan main air. Tapi kami nggak cuman main air kok. Di sini juga kami sempatkan untuk bertukar pikiran di Weekly Sharing: Special Edition tentang water footprint. Mau tau water footprint itu apa? Mau tau aja apa mau tau banget? Anyways, itu nggak akan saya bahas di sini, nanti aja di Part 2 ya~

Penampakan Pantai Kukup di sore hari

Weekly Sharing: Special Edition, on the silky soft sand, under the lukewarm sun

Kami main di pantai sampai matahari hampir terbenam. Setelah istirahat dan makan bersama, ada acara yang sebelumnya nggak pernah diadakan di Makrab GE yang manapun (hence the 'unusual'), yaitu acara pelantikan. Karena namanya pelantikan, acara ini memang ditujukan untuk inaugurasi anggota GE baru secara simbolis. Acaranya biasa kok, seperti pelantikan pada umumnya, push-up 100 kali, sit-up 100 kali, guling-guling di atas pasir, diceburin ke laut, dicambukin....nggak ding. Di GamaEARTH nggak ada senioritas kok, semuanya setara, cuman a matter of siapa duluan masuk siapa belakangan.

Foto-foto di atas diambil ketika acara pelantikan berlangsung. Jadi mata anggota-anggota barunya ditutup, lalu hanya dipandu dengan menggunakan suara ke tempat pelantikan, lalu pelantikan berlangsung dengan para anggota melemparkan bola berisi air yang merupakan simbol dari cita-cita dan apa yang ingin mereka capai bersama GE sekuat tenaga, saking kuatnya airnya sampai bercipratan ke panitia :|

Pelantikan yang agak geje pun selesai, dan dimulailah sesi bakar-bakaran. Meskipun sebagian besar jagung akhirnya malah berubah menjadi bahan bakar (baca: jatuh ke arang dan nasibnya tidak terselamatkan), tapi semuanya kebagian jagung bakar kok :). By the way, bakar-bakaran ini juga diselingi beberapa sesi curhat  colongan dan isak tangis....karena matanya kena asep. Abis bebakaran, ada yang ngurusin PKM, ada juga yang mengingat masa kecil dengan bermain ninja-ninjaan pake sarung. 

Coba tebak siapaaa?

Malam pun melarut dan semua terlelap, beristirahat untuk esok hari yang lebih cerah. 

Keesokan harinya dibuka dengan senam dari Mbak Instruktur yang katanya dulu juara SKJ waktu SD, namanya Putri Nur Fitasari. Senam ini dilakukan di pinggir pantai, sambil menghirup udara pagi yang segar, senam dimulai dan diakhiri dengan semangat (kayaknya sih).

Oh iya, di sini kita juga ngadain sedikit surprise buat Dodo Fadhila El Discha yang berulang tahun hari itu. Jadi si Dodo Dhila ditutup matanya lalu disuruh berjalan ke suatu tempat, lalu penutup matanya dibuka dan di pasir sudah ada tulisan ucapan selamat ulang tahun buat Dodo Dhila. Surprise!

Joyeux anniversaire, Dodo Dhila!

Ada acara bersih-bersih pantai juga. Ternyata sampah yang ditemukan sungguh tidak terduga. Banyak sampah plastik atau kotak rokok sih biasa, ini sampai ada sendal bekas, ban bocor, bungkus Baygon (?), dan lain sebagainya. Pembersihan pantai ini dilakukan berpasang-pasangan, dan pasangan yang paling banyak mengumpulkan sampah akan menjadi pemenang dan mendapatkan.... pujian.

ini lho yang menang sapu bersih pantai!

Setelah istirahat dan sarapan, acara berlanjut ke studi kasus. Jadi, para anggota GE berkeliling di sekitaran pantai dan mencari masalah apa yang ada di lingkungan tersebut, dan bagaimana menyelesaikannya. Studi kasus ini lalu dipresentasikan di hadapan para manager GE dan beberapa juri tamu; ada Pak Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D. dari ChAIN Center dan Mas Didik Hari Purwanto dari KAMASE Teknik Fisika UGM. Acara ini berlangsung dengan baik, ide-ide yang muncul juga intriguing.

Kelompok I, mengungkit tentang sampah di sekitaran pantai dan juga larangan mengambil karang di pantai. 

Kelompok II membahas tentang masalahpengolahan air.

Dengan berakhirnya acara presentasi maka rangkaian acara Makrab GE untuk kali ini sudah selesai. Tapi tenang saja, masih banyak kok cerita-cerita yang bakal terukir di sini, apalagi dengan adanya ketambahan anggota-anggota baru yang tentu saja spesial, because everyone here is a star!








Tissue?! Something that's really needed? - Weekly Sharing Astrid



Tissue, benda tipis, simple, dan hampir menjadi kebutuhan manusia bergaya (yang katanya) modern.  Awalnya mencari artikel tentang tissue karena melihat secara real ketergantungan teman-teman dan orang disekitar mengenai keberadaan benda ini. Tissue yang beredar di masyarakat bermacam-macam jenisnya, antara lain:
a.        Facial tissue
Tissue jenis ini digunakan untuk bersentuhan langsung dengan bagian tubuh yang halus terutama bagian wajah. Oleh karena fungsinya, tissue jenis ini memiliki tekstur yang lembut dan halus.
b.      Toilet tissue
Teksturnya mudah hancur apabila basah / terkena cairan, dan tidak cocok untuk membersihkan wajah. Fungsi utama tissue jenis ini yaitu sebagai kertas pembersih pengganti air di toilet.
c.       Napkin Tissue
Teksturnya mudah menyerap minyak dan air sehingga digunakan untuk membersihkan mulut dan tangan setelah makan.
d.      Multi Purpose tissue
Bentuknya mirip tissue wajah, cukup lembut, sehingga bisa di gunakan untuk bermacam fungsi membersihkan.

Setelah mengamati diri dan orang di sekitar, ternyata tissue digunakan hampir setiap waktu, seperti ketika : selesai makan, berkeringat, tangan kotor, selesai mencuci tangan/muka, pilek, meja kotor, layar laptop kotor, meraut pensil (tissue di sini sering digunakan sebagai tempat menampung kotoran rautan pensil), tinta bolpoin mblobor, bersin, grogi, menumpahkan cairan, dll
Tidak dipungkiri bahwa tissue memiliki keunggulan seperti :
Ø  Mudah dibawa
Ø  Mudah dipakai
Ø  Mudah dibuang (praktis?)
Ø  (terlihat) ekonomis

Tapi benarkan dengan keunggulan itu kita benar-benar harus bergantung pada benda tipis ini? Tissue berbahan dasar 100% kayu. Menurut Koesnadi dari Sekjend Sarekat Hijau Indonesia ( SHI ) mengenai hitungan sederhana bagaimana penyusutan hutan alam Indonesia akibat dari penggunaan tissue oleh masyarakat, “Jika jumlah penduduk Indonesia 200 juta orang dan setiap satu harinya 1 orang menggunakan ½ gulung kertas tisu Artinya penggunaan kertas tisu bisa mencapai 100 juta gulung tisu per hari, berarti per bulan nya pemakaian tisu di indonesia mencapai 3 milyar gulung. Bila berat kertas tissu itu 1 gulung mencapai ¼ kg, maka 3 milyar dihasilkan angka kira-kira 750.000.000 kg setara dengan 750.000 Ton, Bila untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 5 m3 kayu bulat, dengan asumsi kayu bulat 120 m3 per hektar (diameter 10 up) maka sudah bisa ditebak penggunaan hutan untuk urus kebersihan mencapai ratusan ribu hektar setiap bulannya".

Dengan perhitungan sederhana, diasumsikan :
produksi 1 kg tissue → 30 liter air + 4kWh listrik
1 manusia → 50 gram tissue/hari
Jika ¼ penduduk Indonesia yang memakai tissue maka 21 ribu ton tissue diproduksi setiap tahun dan untuk pembuatannya membutuhkan 630 juta liter air + 84 juta kwh listrik. Dengan kebutuhan seperti itu dengan kata lain kita telah membuang (dan mungkin sudah kita hirup) gas CO2 sebanyak42 ribu ton.

Relakah hanya dengan benda tipis itu kita merusak lingkungan sekitar??

Tenang, ada hero yang siap membantu menggantikan peran tissue kok : SAPU TANGAN

Yup, benda yang sebenarnya lebih dahulu ditemukan sebelum tissue, benda yang sekarang dianggap kuno dan tidak keren. Jika ada yang berpikiran seperti itu, justru yang berpikiran seperti itulah yang lebih kuno (hehe). Sapu tangan memiliki manfaat yang sama dengan tissue yaitu mudah dibawa dan mudah dipakai, hanya saja hero ini memiliki keuntungan lain yaitu tidak mudah dibuang, dapat dipakai berkali-kali, dan lebih so sweet :D
So, jangan ragu untuk berpaling dari tissue dan kembali setia pada sapu tangan kawan :)